LDII Kotamobagu Perkuat Sinergi Pendidikan Umat Lewat Safari Ramadan Kampus IAIK

LDII SULUT | Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Sulawesi Utara

LDII Kotamobagu Perkuat Sinergi Pendidikan Umat Lewat Safari Ramadan Kampus IAIK

Suasana religius menyelimuti Masjid Assobirin, Jalan AKD, Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (25/2/2026) malam. Usai Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, ratusan jamaah mengikuti rangkaian Safari Ramadan Kampus Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) bersama LDII Kota Kotamobagu.

Rektor IAIK Dr. Muliadi Mokodompit, SE., SH., M.Si.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan IAIK setiap bulan suci Ramadan ini tidak sekadar kunjungan silaturahim, tetapi juga ruang konsolidasi antara kampus dan ormas Islam dalam memperkuat kualitas generasi muda di Bolaang Mongondow Raya.

Hadir memimpin rombongan Safari Ramadan, Ketua Tim Ust. Nasrulloh Shifa, S.Pd.I., bersama Rektor IAIK Dr. Muliadi Mokodompit, SE., SH., M.Si. Turut hadir Ketua AMABOM Raya sekaligus Ketua Yayasan Darul Muttaqin Kotamobagu, Drs. H. Z.A. Jemmy Lantong, S.H., yang memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi pendidikan umat.

Rombongan kampus didampingi Wakil Rektor I, jajaran biro, LBH IAIK, BEM, serta mahasiswa. Dari pihak tuan rumah, hadir Ketua Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Sulawesi Utara KH. Sudirman Sulaiman, Ketua DPD LDII Kota Kotamobagu Musa Tungkagi, S.Pd., serta Wanhat DPD LDII Kota Kotamobagu Choir M. Rochmat, SE., M.M., bersama tokoh masyarakat, aparat desa, dan jamaah.

Dalam pemaparannya, Rektor IAIK Dr. Muliadi Mokodompit menegaskan komitmen kampus dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas.

Ust. Nasrulloh Shifa, S.Pd.I Ketua Tim Safari Ramadan IAIK

“Sejak berdiri tahun 2018, IAIK telah melaksanakan wisuda angkatan kedua dan dalam waktu dekat akan melaksanakan wisuda angkatan ketiga. Ini menunjukkan bahwa kampus ini terus bertumbuh dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

IAIK saat ini memiliki enam program studi terakreditasi: Manajemen Pendidikan Islam (S.Pd), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/PGMI (S.Pd), Ekonomi Bisnis Islam (S.E), Hukum Keluarga Islam (S.H), Manajemen Dakwah (S.Sos), serta Komunikasi Penyiaran Islam (S.Sos).

Ia juga memperkenalkan program beasiswa “Mododuluan” – dalam Bahasa Mongondow berarti saling menanggung. Dari tujuh mahasiswa, hanya satu yang membayar penuh, sementara enam lainnya dibebaskan biaya hingga lulus.

“Program ini lahir dari semangat gotong royong agar generasi muda tidak terkendala biaya untuk meraih pendidikan tinggi,” jelasnya.

Selain itu, IAIK telah menjalin kerja sama dengan President University dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dalam program pertukaran mahasiswa dan dosen, sebagai upaya meningkatkan kualitas akademik.

Dalam sambutannya mewakili LDII, Wanhat DPD LDII Kota Kotamobagu Choir M. Rochmat, SE., M.M., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Safari Ramadan tersebut.

“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Safari Ramadan Kampus IAIK bersama Ketua AMABOM Raya yang telah berkunjung di tempat kami. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, menjadi kehormatan bagi kami bisa menyimak tausiah dan pemaparan program kampus di hadapan warga jamaah LDII Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi generasi muda LDII.

“Semoga semakin banyak mahasiswa IAIK yang berasal dari warga LDII. Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan pemuda sarjana yang religius, profesional, dan mampu berdakwah secara intelektual untuk kemajuan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua AMABOM Raya sekaligus Ketua Yayasan Darul Muttaqin Kotamobagu, Drs. H. Z.A. Jemmy Lantong, S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun kekuatan umat.

Menurutnya, penguatan pendidikan tinggi Islam harus menjadi agenda bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap sinergi antara IAIK, LDII, dan unsur masyarakat lainnya dapat melahirkan generasi cendekiawan Muslim yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Safari Ramadan ini menegaskan bahwa masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan penguatan intelektual umat. LDII Kotamobagu menunjukkan keterbukaannya dalam membangun kerja sama strategis dengan dunia pendidikan.

Di tengah dinamika sosial dan perkembangan global, kolaborasi antara kampus dan ormas Islam menjadi langkah visioner dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Ramadan pun menjadi momentum menyatukan visi: dari Masjid Assobirin, sinergi dibangun—untuk melahirkan generasi sarjana religius yang siap berkontribusi bagi Kotamobagu, Bolaang Mongondow Raya, dan Indonesia.

Penulis :
Apt. Ridwan D. Kristanto, S.Farm.
Wakil Sekretaris DPW LDII Sulawesi Utara
KIM/Lines Sulut