Rektor IAIK: Bedah Buku LDII Beri Pencerahan atas Persepsi yang Selama Ini Keliru
Manado, 27 November 2025 — Bedah buku “Nilai-Nilai Kebajikan Jamaah LDII: Dari Amal Saleh hingga Kemandirian” karya Ust. Dr. Ahmad Ali MD, M.A., menghadirkan diskusi mendalam yang mempertemukan akademisi dan tokoh-tokoh agama dari berbagai wilayah, termasuk Bolaang Mongondow Raya. Forum ini menjadi momentum penting untuk membuka pemahaman baru terkait nilai-nilai kebajikan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang selama ini kerap disalahpahami.
Salah satu pembahas utama, Rektor Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK), Dr. Muliadi Mokodompit, S.E., S.H., M.Si., menekankan pentingnya forum ilmiah seperti ini untuk meluruskan persepsi publik.
Ia menegaskan:
“Dengan bedah buku ini, saya berharap dapat memberikan pencerahan, pemahaman, dan ilmu yang baru tentang berbagai persepsi masyarakat terhadap LDII.”
Menurutnya, buku ini tidak hanya merekam praktik kebajikan warga LDII, tetapi juga menyajikan analisis ilmiah yang memberi gambaran objektif tentang nilai amal saleh dan kemandirian organisasi tersebut.



Acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manado itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari Bolaang Mongondow Raya. Mereka adalah Drs. H. Z.A. Jemmy Lantong, S.H. (Ketua AMABOM Raya), KH. Sulaiman Amba, S.Ag. (Ketua Umum MUI Kabupaten Bolaang Mongondow), Hj. Treistien Hapulu, S.E. (Kepala Bidang Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bolaang Mongondong), H. Imam Suja’i, S.Ag. (Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Bolaang Mongondow), serta Suherman Simbala, Pengurus MUI Dumoga Barat. Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mencerminkan besarnya perhatian masyarakat Bolmong Raya terhadap upaya penyampaian informasi yang objektif tentang LDII.
Pada kesempatan tersebut, H. Soenarwan, S.T., Sekretaris DPW LDII Sulawesi Utara yang menjadi moderator sesi bedah buku, menekankan bahwa dialog yang terbuka dan jernih sangat diperlukan untuk menguatkan hubungan antarelemen bangsa.
Ia menuturkan:
“Setiap elemen memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan kita melihat sisi positif, maka itu akan memperkuat persatuan bangsa dan negara.”
Bedah buku tersebut berlangsung hangat dan interaktif, dengan peserta dari berbagai latar belakang keagamaan dan sosial. Dialog akademis yang dihadirkan memberikan ruang klarifikasi terhadap sejumlah persepsi keliru yang berkembang, sekaligus memperkuat hubungan antara LDII dan masyarakat luas.
Forum ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya komunikasi yang lebih inklusif dan konstruktif di Sulawesi Utara, serta mendorong pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai-nilai kebajikan dalam tubuh LDII.
Penulis :
Apt. Ridwan D. Kristanto, S.Farm.
Wakil Sekretaris DPW LDII Sulawesi Utara
KIM/Lines Sulut
